Kimia Medisinal 13

Kelarutan adalah pendorong untuk penyerapan dan kelarutan yang dapat diterima dalam cairan usus merupakan prasyarat untuk mencapai konsentrasi daran obat yang cukup tinggi untuk mendapatkan efek terapeutik


https://youtu.be/0CMWVJUcbdI

Komentar

  1. Sebelumnya pada video dijelaskan bahwa sifat kelarutan berhubungan dengan senyawa media yang berbeda yaitu polar dan non polar. Dari jurnal yang saya temukan, dikatakan bahwa obat dengan kelarutan rendah (lipofilik) akan terikat dengan protein plasma, terdistribusi cepat dan di
    metabolisme oleh hati. Sebaliknya, obat dengan kelarutan tinggi (hifrofilik) akan terdistribusi secara terbatas dan di metabolisme oleh ginjal. Jelaskanlah bagaimana obat dengan kelarutan tinggi dan rendah serta berikan contohnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Senyawa yang bersifat polar akan mudah larut dalam pelarut polar, sedangkan senyawa nonpolar akan mudah larut dalam pelarut nonpolar. Contohnya alkohol dan air bercampur sempurna (completely miscible), air dan eter bercampur sebagian (partially miscible), sedangkan minyak dan air tidak bercampur(completely immiscible).
      Kelarutan memiliki peran penting dalam menentukan bentuk sediaan dan untuk menentukan konsentrasi yang dicapai pada sirkulasi sistemik untuk
      menghasilkan respon farmakologi. Obat yang memiliki kelarutan rendah dalam air sering membutuhkan dosis yang tinggi untuk mencapai konsentrasi terapeutik setelah pemberian oral. Umumnya obat yang bersifat asam lemah atau basa lemah memiliki kelarutan terhadap air yang buruk.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kimia Medisinal 6

Kimia Medisinal 15

Kimia medisinal 2